Cahaya Di Wajah Ummat

Sabtu, 10 April 2010 00.50 Diposting oleh Bidang Kepanduan DPD PKS Kota Makassar 0 komentar
Oleh : KH. RAHMAT ABDULLAH

Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan. Namun perlu diingat, walaupun telah bekerja dalam jaringan amal jama’i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan di hadapan Allah SWT secara sendiri-sendiri.

Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpa beru-saha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah SAW: Man abtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu (Siapa yang lamban beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya ).

Makna tarbiah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunahnya. Sebab kalau mau, para sahabat Rasulullah SAW bisa saja menetap dan wafat di Madinah, atau terus menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di masjidil Haram yang nilainya sekian ra-tus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau di Ma’la. Tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka.

Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudan firman-Nya: Wal takum minkum ummatuy yad’una ilal khoir. Atau dalam firman-Nya: Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnasi (Kamu adalah sebaik-baiknya ummat yang di-tampilkan untuk ummat manusia. Qs. 3;110). Ummat yang terbaik bukan untuk disem-bunyikan tapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilah sesuatu yang sangat perlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidak larut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya dan menjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.

Jangan ada lagi kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan. Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harus mempenga-ruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnya dimanapun dia berada ia harus berusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan, kawasan cahaya, kawas-an ilmu, kawasan akhlak, kawasan taqwa, kawasan al-haq, setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasan jahiliyah, kezaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader PK, dimanapun dia berada terus menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarah da’wah ini, tumbuh dari seorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atau berjuta-juta orang.

Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna, "Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah". Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al-Qur’an.

Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besar untuk mera-sakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagai hamba Allah SWT, ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanya kepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang. Kemana-pun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing, karena Allah senantiasa ber-samanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan rasul-Nya, ummat dan alam semesta senanti-asa.

Kehebatan Namrud bagi Nabi Ibrahim AS tidak ada artinya, tidaklah sendirian. ALLAH bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobar yang dinya-lakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korps dengannya dalam menu-naikan tugas pengabdian kepada ALLAH. Alih-alih dari menghanguskannya, justeru ma-lah menjadi "bardan wa salaman" (penyejuk dan penyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah SWT akan senantiasa membuka jalan bagi pejuang Da’wah sesuai dengan janji-Nya, In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum (Jika kamu meno-long Allah, Ia pasti akan menolongmu dan mengokohkan langkah kamu)

Semoga para kader senantiasa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT ditengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakin sepenuhnya akan pertolongan Allah SWT dan bukan yakin dan percaya pada diri sendiri. Masukkan diri kedalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempat Junud Da’wah melingkar dalam suatu benteng perlindungan, menghimpun bekal dan amunisi untuk terjun ke arena pertarungan Haq dan bathil yang berat dan menuntut pengorbanan.

Disanalah kita mentarbiah diri sendiri dan generasi mendatang. Inilah sebagian pelipur kesedihan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru. Generasi yang siap memikul beban da’wah dan menegakan Islam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Alqur-an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin. []

Mentari Itu Telah Merekah

Sabtu, 06 Februari 2010 03.28 Diposting oleh Bidang Kepanduan DPD PKS Kota Makassar 0 komentar
Hilanglah sudah keluh kesah yang mencuat dari kerongkongan saat kesejukan itu menerpa jiwa.
Hilang sudah lelah dan penat yang membayangi hari-hari dalam kehidupan ini.
Hilang sudah wajah-wajah keraguan dan kegamangan yang menggelayut dalam roman pahlawan ini.

Cahaya fajar telah membangunkan dari tidur panjangnya.
Cahaya fajar telah membakar azzam yang selama ini tertimbun batu gunung dunia.
Cahaya fajar telah menyibakkan roman-roman kusut dan menyegarkannya.
Cahaya fajar telah mengusir kelelahan dan kekalahan-kekalahan yang diderita.
Cahaya Fajar adalah Cahaya Kemenangan
Cahaya Fajar adalah cahaya-Nya.

Dan cahaya itu terbit dari timur
Dari arah yang sama ketika ia memberikan siraman di bumi
Dari arah saat yang lain masih terlelap dalam kehangatan mihrabnya

Dan saksikanlah cahaya-cahaya itu mulai menguat
Sengatannnya mulai terasa
berkas-berkan sinarannya telah menyibak gelap malam..

dan Tunggulah saudaraku,
Cahaya itu akan datang di depan pintu-pintu rumahnmu
Menawarkan kesegaran dan kesejukan
membawa kebahagiaan dan ketentraman

Ketahuilah,
Kami yang akan membawa cahaya itu kepadamu
karena kami bukanlah seorang biasa
Karena kami adalah cahaya baru, harapan baru

Karena kami adalah Pasukan Kepanduan...

"Bersiap Siagalah!!"

Menjadi Pandu Sejati

Senin, 01 Februari 2010 02.59 Diposting oleh Bidang Kepanduan DPD PKS Kota Makassar 0 komentar

Sistem pandu dalam Jamaah merupakan pengembangan dari kelompok rihlah. Jihad dalam Islam harus dimunculkan dalam bentuknya yang konkret, yakni dengan menyiapkan para pemuda yang haus akan aktivitas dan gerakan demi memperjuangkan Islam, yang di tangan mereka ide tentang jihad dalam Islam dapat terwujud.

Pandu dalam ketentaraan (asykariyah) pada umumnya adalah seorang prajurit (jundi) yang terpilih karena keberaniannya dan kepandaiannya. Di samping pandu dalam peperangan ada juga pandu perdamaian – orang pada masa damai melakukan pekerjaan yang menghendaki baik keberanian maupun akal – mereka adalah perintis dalam gerakan dakwah jihadiyah. Dalam buku Lord baden powel dijelaskan bahwa para pemburu, para penyelidik, para penyebar agama dan polisi adalah pandu perdamaian. Mereka tahu bagaimana caranya hidup di dalam rimba. Dimana-mana mereka dapat menemukan jalan serta dapat membaca arti dari tanda-tanda dan bekas-bekas jejak kaki. Mereka tahu bagaimana menjaga kesehatan, sedangkan mereka jauh dari dokter. Mereka kuat dan berani, bersedia menghadapi bahaya dan menyukai tolong-menolong. Mereka biasa hidup mandiri dan bertindak tidak ragu-ragu (tegas). Mereka mengorbankan baik harta, jiwa, kenikmatan serta apa yang mereka ingini, guna dapat melaksanakan pekerjaan mereka itu. Mereka bertindak demikian karena itulah kewajiban mereka.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. 3:92)

Hidup sebagai ghuraba (pengembara) adalah hidup yang indah, tetapi cara hidup yang demikian tidaklah dapat dijalankan kecuali dengan menyiapkan diri terlebih dahulu.

Memandu adalah hidup yang berguna bagaimanapun juga. Seorang ahli ilmu pengetahuan mengatakan, bahwa memandu adalah berharga bagi seorang yang mempelajari ilmu pengetahuan. Dan seorang ahli ilmu alam yang terkenal menunjukkan betapa perlunya seorang dokter atau ahli bedah akan memperhatikan tanda-tanda yang kecil sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pandu dan mengenal artinya.

Apa yang dikerjakan oleh Pandu

Buku ‘ Memandu untuk Putera ‘ oleh L.B. Powell disebutkan tentang hal-hal utama yang harus diketahui oleh Pandu :

Hidup di luar

Berkemah adalah sesuatu yang menyenangkan dalam hidup seorang Pandu. Hidup dalam alam yang terbuka, mempunyai tenda sendiri, mengadakan penyelidikan sendiri dan survival, itu semua membawa kesehatan dan sebagai tempat tinggal yang tidak di dapat di rumah.

Rihlah juga merupakan salah satu pengalaman yang menyenangkan di mana kita dapat mentadaburi alam luas ini dan pergi ke suatu daerah yang kadang belum terjamah oleh tangan-tangan manusia. Hal ini menambah kekuatan dan keuletan sehingga pandu tidak perlu menghiraukan hujan dan udara panas atau dingin. Pandu menerima semua masalah dengan kesabaran dan senyum karena pada akhirnya kitalah yang menang.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)

Hidup di luar (Outdoor) harus memahami benar apa yang harus dikerjakan. Pandu harus tahu cara mendirikan tenda atau tempat air untuk diri-sendiri, membuat api, memasak makanan, tali-temali, cara menemukan jalan baik di siang maupun malam hari. Hal itu hampir tidak pernah kita lakukan di rumah atau kota, karena adanya fasilitas yang sudah tersedia. Jika berkemah dilakukan oleh orang yang tidak pernah berkemah maka akan tersadarlah bahwa meraka butuh banyak pertolongan untuk hidup di alam. Bahkan seorang atletpun belum tentu mampu untuk bertahan di alam bebas.

Woodcraft

Woodcraft adalah pengetahuan tentang binatang-binatang dan alam. Kemampuan mengikuti jejak-jejak binatang serta mampu mendekati serta dapat melihat keadaan dan kebiasaannya sangat diperlukan bagi seorang pandu.

Kesenangan dalam memburu binatang terletak pada kepandaian mengintainya bukan pada membunuhnya. Ajaran Islam tidak membolehkan untuk membunuh binatang kecuali untuk maksud di makan atau karena binatang itu merugikan. Woodcraft mengandung kecakapan akan membaca artinya, tentang kemana dan bagaimana kondisi binatang tersebut.

Kemampuan woodcraft memungkinkan pandu lebih teliti dalam membaca tentang suatu kejadian atau ciri-ciri seseorang dan bahkan mampu melihat apakah seseorang atau saudara kita membutuhkan pertolongan kita.

Kesatriaan

Seorang muslim harus menganggap kehormatan mereka sebagai hak mereka dan wajib diperjuangkan. Hal-hal yang licik dan keji dalam setiap peristiwa tidak boleh mereka lakukan. Pandu senantiasa bersedia perang serta terbunuh untuk menjunjung tinggi kalimatullah atau kehormatan mereka (konteks kesyahidan).

Peraturan-peraturan kesatria.

Simpul kesatria harus selalu kompak dalam keadaan bagaimanapun juga dan menjalankan cita-cita tertinggi mereka.

Pandu taat pada Allah, Rasul dan Ulil ‘Amr (pimpinan)

Pandu kasih sayang kepada sesama dan keras terhadap orang-orang kafir

Pandu suka menolong

Pandu rela bekerja untuk kebangkitan umat dimanapun mereka dibutuhkan

Pandu melatih diri mereka mempergunakan senjata untuk melindungi diinnya

Pandu menjaga supaya mereka tetap kuat, sehat serta aktif agar dapat menjalankan hal-hal itu dengan baik.

Seorang pandu harus senantiasa bekerja dengan sebaik-baiknya dan seorang muslim tidak boleh terperosok dalam lubang yang sama dua kali. Aktivitas (amaliah) kebaikan pandu harus dapat dilakukan secara rutin walaupun sedikit karena Allah menyukai orang-orang seperti ini.


Menyelamatkan hidup

Pandu harus mampu mengetahui langkah-langkah penyelamatan terutama ketika terjadi kecelakaan, terhadap korban bencana alam dan korban tenggelam. Semua itu harus dilakukan secara sistematis dan teratur.

Khalid bin Walid Saifullah Al Maslul

Jumat, 22 Januari 2010 07.03 Diposting oleh Bidang Kepanduan DPD PKS Kota Makassar 0 komentar




" ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "Oh, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".

Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani di mata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.
Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.

Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.

Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Bani Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.
Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzum lah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Latihan Pertama

Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.
Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.
Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.
Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.
Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.
Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.
Menentang Islam
Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.
Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.
Peristiwa Uhud
Kekalahan kaum Quraisy di dalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng di muka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.
Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.
Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih ada suatu tanah genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.
Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.
Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.
Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.
Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.
Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.
Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam di pusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.
Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.
Hanya pahlawan Khalid lah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.

Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Sabtu, 02 Januari 2010 05.38 Diposting oleh Bidang Kepanduan DPD PKS Kota Makassar 0 komentar
Salam keadilan dan kesejahtraan!!!